Rabu, 24 Oktober 2012

Khutbah IDUL ADHA SINGKAT


Khutbah Idul Adha

Pada hari yang mulia ini, 10 Dzulhijah 1433 H seluruh umat Islam di seantero dunia memperingati hari raya Idul Adha atau hari raya qurban. Sehari sebelum-nya, 9 Dzulhijah 1433 H, jutaan umat Islam yang menunaikan ibadah haji wukuf di Arafah, berkumpul di Arafah dengan memakai ihram putih sebagai lambang kesetaraan derajat manusia di sisi Allah, tidak ada keis- timewaan  antar satu bangsa dengan bangsa yang lainnya kecuali takwa kepa- da Allah dan hari ini juga kita kembali di  ingatkan kepada kisah seorang kholilulloh kekasih Allah SWT, Nabi Ibrahim a.s. yang Allah uji kecintaannya, antara cintanya kepada keluarga (Nabi Ismail a.s. dan Siti hajar)dan cintanya kepada Allah. Dan keta’atan Nabi Ismail a.s. dan Nabi Ibrahim a.s. kepada Allah Swt.

Disebutkan dalam S.Al-Kautsar, yang artinya

SHALAT DAN BERKORBAN TANDA BERSYUKUR KEPADA ALLAH

1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.
2.  Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu, dan berkorbanlah.
(yang dimaksud berkorban di sini ialah menyembelih hewan qurban dan mensyukuri nikmat Allah.)
3. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.(maksudnya terputus ini adalah terputus dari rahmat Allah)

Juga disebutkan dalam S.Al-Mu’minuun, yang artinya
1.    Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman
2.    (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya

“Sesungguhnya telah ada contoh teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia.”    (QS. Al Mumtahanah: 4)

Sifat keteladanan ini dapat kita ambil dari kisah Nabi Ibrahim a.s. yaitu:
Pada suatu hari, Ibrahim as terbangun dari tidurnya. Tiba-tiba dia memerin-tahkan kepada istrinya, Siti Hajar, untuk mempersiapkan perjalanan dengan membawa bayinya. Perempuan itu segera berkemas untuk melakukan perjalanan yang panjang. Pada saat itu nabi Ismail masih bayi.
Ibrahim as melangkahkan kaki menyusuri bumi sampai akhirnya tiba di padang sahara. Beliau terus berjalan hingga mencapai pegunungan, kemudian masuk ke daerah jazirah Arab. Ibrahim  menuju ke sebuah lembah yang tidak di tumbuhi tanaman, tidak ada buah-buahan, tidak ada pepohonan, tidak ada makanan, tidak ada minuman, tempat itu menunjukkan tidak ada kehidupan di dalamnya.

Di tempat itu beliau turun dari punggung hewan tunggangannya, kemudian menurunkan istri dan anaknya. Setelah itu tanpa berkata-kata beliau meninggalkan istri dan anaknya di sana. Mereka berdua hanya dibekali sekantung makanan dan sedikit air yang tidak cukup untuk dua hari. Setelah melihat kiri dan kanan beliau melangkah meninggalkan tempat itu.Tentu saja Siti hajar terperangah diperlakukan demikian, dia membuntuti suaminya dari belakang sambil bertanya“Ibrahim hendak pergi ke manakah engkau?apakah engkau akan meninggalkan kami di lembah yang tidak ada sesuatu apapun ini?”
Ibrahim as tidak menjawab pertanyaan istrinya. Beliau terus saja berjalan, Siti hajar kembali mengulangi pertanyaannya, tetapi Ibrahim as tetap membisu. 

Akhirnya Siti hajar paham bahwa suaminya pergi bukan karena kemauannya sendiri. Dia mengerti bahwa Allah memerintahkan suaminya untuk pergi. Maka kemudian dia bertanya,“apakah Allah yang memerintahkanmu untuk pergi meninggalkan kami? Ibrahim menjawab, “benar“.  

Kemudian saat Ismail telah tumbuh. Lalu nabi Ibrahim datang mengunjungi Siti Hajar dan Ismail. Dan suatu ketika Nabi Ibrahim a.s. bermimpi sebanyak 3x untuk menyembelih anaknya, yang tidak lain adalah Ismail. Subhanallah, Ismail menyetejuinya saat ayahandanya itu menceritakan tentang mimpinya itu.

 Ini membuktikan bahwa ketaatan Nabi Ibrahim a.s. dan Ismail kepada Allah, beliau rela meninggalkan istri dan anak yang telah beliau idam-idamkan dan membuktikan bahwa Nabi Ibrahim a.s. yakin, Allah akan melindungi istri dan anaknya itu. Yakni bersangka baik kepada Allah.Dan apa yang telah dilakukan oleh Nabi Ibrahim a.s. dilakukan oleh umat muslim setiap tahunnya sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Swt yaitu berkurban.

Manfaat Idul Adha :

Kita harus senantiasa bersyukur kepada Allah dengan cara berkurban, sholat dan ibadah lainnya. Dan kita harus khusyu’ dalam sholat.











Tidak ada komentar:

Poskan Komentar